Muara Enim – Dugaan pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kembali menjadi sorotan dalam proyek pembangunan rumah sakit di kawasan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat beberapa pekerja berada di atas bangunan yang telah mencapai tiga tingkat tanpa menggunakan helm keselamatan (safety helmet) saat melakukan aktivitas pekerjaan di ketinggian.
Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pekerja. Padahal, proyek pembangunan dengan risiko tinggi seperti pekerjaan konstruksi bertingkat wajib menerapkan standar K3 secara ketat, termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti helm safety, body harness, sepatu safety, dan perlengkapan keselamatan lainnya.
Peristiwa ini menimbulkan perhatian publik karena proyek tersebut berada di bawah pengawasan perusahaan besar yang selama ini dikenal memiliki komitmen terhadap standar keselamatan kerja. Secara garis besar, Danantara dan PTBA selama ini dikenal taat terhadap aturan dan menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional maupun proyek pembangunan.
Namun demikian, fakta di lapangan diduga menunjukkan masih adanya kelalaian dari pihak pelaksana pekerjaan maupun mandor yang tidak menjalankan aturan perusahaan secara maksimal. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan internal terhadap para pekerja di area proyek.
Saat dikonfirmasi, salah satu pengurus lapangan menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan laporan kepada bagian K3 untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Saya juga sudah sampaikan ke pihak K3 untuk menegur dan memberikan sanksi kepada mandor dan pekerja di bagian pekerjaan itu,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak perusahaan sebenarnya rutin memberikan arahan keselamatan kerja setiap pagi melalui kegiatan Tool Box Meeting (TBM). Dalam pengarahan tersebut, seluruh pekerja selalu diingatkan mengenai pentingnya penggunaan APD dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan kerja selama berada di area proyek.
“Karena dari pihak kami setiap paginya selalu memberikan arahan setiap TBM pagi perihal APD Safety dalam melaksanakan pekerjaan dan pihak BA juga mengetahui,” tambahnya.
Meski demikian, lemahnya pengawasan di lapangan dinilai dapat berdampak fatal apabila tidak segera dibenahi. Aktivitas pekerjaan di ketinggian tanpa perlengkapan keselamatan sangat berisiko menyebabkan kecelakaan kerja serius, bahkan dapat mengancam nyawa pekerja.
Atas temuan tersebut, sejumlah pihak meminta petinggi Danantara dan MIND ID untuk turun tangan langsung melakukan audit menyeluruh terhadap pekerjaan proyek pembangunan rumah sakit tersebut. Audit dianggap penting guna memastikan seluruh prosedur keselamatan kerja benar-benar diterapkan sesuai standar perusahaan dan regulasi pemerintah.
Selain itu, evaluasi terhadap kontraktor maupun pelaksana proyek juga dinilai perlu dilakukan apabila ditemukan banyak pelanggaran dan kelalaian dalam penerapan K3 di lapangan. Bila terbukti tidak mampu menjalankan pekerjaan sesuai standar keselamatan yang telah ditetapkan, pihak pelaksana diminta untuk diberhentikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Masyarakat berharap perusahaan tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan, namun juga memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlindungan keselamatan yang layak. Sebab, keselamatan kerja bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab bersama demi mencegah terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan proyek.
(Red)


|||
<<<=====>>>

=========================


















