ROKAN HILIR – Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM) melakukan pengecekan pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung pipil di Parit Karim, Kepenghuluan Mesah, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu, 17 Mei 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan persentase benih yang tumbuh, mengamati keseragaman tanaman, mengidentifikasi bibit yang gagal tumbuh, hingga memeriksa kesehatan tanaman jagung.
Selain itu, petugas juga menemukan sebagian kecil daun jagung mengalami kerusakan akibat serangan hama ulat. Tidak hanya itu, sejumlah area lahan juga tergenang air akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, sekitar tiga hektare lahan dari total 10 hektare area penanaman terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 30 sentimeter. Kondisi tersebut mengakibatkan sebagian batang jagung membusuk dan mati.
Penanaman jagung diketahui mulai dilakukan sejak 23 April 2026. Saat pengecekan berlangsung, usia tanaman jagung diperkirakan telah memasuki sekitar tiga minggu.
Bhabinkamtibmas Kepenghuluan Mesah, Aipda M. Sobirin bersama kelompok tani setempat turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan, Iptu Kodam Firman Sidabutar, mengatakan pihaknya akan terus mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan kepada masyarakat dan petani.
“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program pemerintah di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu petani meningkatkan hasil panen serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat,” ujar Iptu Kodam Firman Sidabutar.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung rencananya akan dipupuk dan dilakukan penyemprotan gulma maupun hama pada 23 Mei 2026 mendatang, dengan catatan pertumbuhan tanaman dalam kondisi normal.
“Apabila perkembangan jagung dalam sepekan ke depan menunjukkan pertumbuhan yang baik, maka akan dilakukan pemupukan serta penyemprotan hama dan rumput agar tanaman tetap sehat dan produktif,” katanya.
(Sah Siandi Lubis)


|||
<<<=====>>>

=========================


















