Diskominfotiks Rohil Bantah Isu Anggaran Server Rp450 Juta per Tahun: “Angka Itu Tidak Benar, Kami Transparan”

banner 120x600
banner 728x90

Rokan Hilir – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiks) Kabupaten Rokan Hilir meluruskan informasi yang beredar mengenai dugaan anggaran penyewaan server senilai Rp450 juta per tahun untuk periode 2021–2025. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Diskominfotiks Rohil, Indra Gunawan, S.E., M.H., pada Senin (19/05/2025).

Indra menegaskan bahwa angka tersebut tidak sesuai fakta dan dapat menyesatkan opini publik jika tidak diluruskan.

“Tidak benar jika disebut kami menganggarkan Rp450 juta per tahun hanya untuk sewa server. Biaya sewa server yang kami keluarkan sebesar Rp12,5 juta per bulan, dan itu sudah mencakup seluruh kebutuhan krusial yang menunjang operasional digital pemerintahan,” kata Indra melalui pernyataan resmi via WhatsApp.

Ia menjelaskan bahwa server yang digunakan bukan hanya sebagai tempat penyimpanan data, melainkan infrastruktur strategis yang menjadi tulang punggung sistem digital Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Server tersebut mendukung domain utama rohilkab.go.id, ratusan subdomain perangkat daerah, serta berbagai aplikasi layanan publik yang terintegrasi secara real-time.

Diskominfotiks Rohil bekerja sama dengan PT Optimus dan PT Cipta Informatika sebagai penyedia layanan dedicated server berbasis di NIX Datacenter Jakarta, dengan standar pengelolaan data center bertaraf internasional.

“Sistem kami dilengkapi dengan fitur keamanan seperti firewall berlisensi dari Sangfor Technology, SSL encryption, VPN, pemantauan performa, serta SLA dengan jaminan uptime 99,5 persen. Kami juga menggunakan layanan Cloudflare untuk mempercepat akses dan memperkuat sistem dari ancaman siber,” jelasnya.

Terkait integrasi ke Pusat Data Nasional (PDN), Indra menyampaikan bahwa proses sudah dimulai sejak 2024. Namun, serangan ransomware yang sempat melumpuhkan sebagian layanan PDN menjadi catatan penting akan pentingnya sistem cadangan dan diversifikasi infrastruktur.

“Kami mendukung kebijakan transformasi digital nasional. Namun, insiden terhadap PDN menjadi pengingat bahwa keamanan dan backup sistem adalah keharusan. Layanan publik tidak boleh terhenti karena gangguan keamanan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari mitigasi risiko, infrastruktur server Diskominfotiks juga didukung fitur keamanan canggih seperti AI-based Malware Detection, URL Filtering, IPS/IDS, perlindungan terhadap Advanced Persistent Threat (APT), Mail Security, serta sistem audit dan penilaian risiko secara berkala.

Indra menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa seluruh pengelolaan teknologi informasi di Diskominfotiks berlandaskan prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan transparansi.

“Kami siap diaudit kapan saja. Setiap rupiah yang dibelanjakan didasarkan pada kebutuhan nyata, bukan asumsi. Yang kami kelola bukan hanya data, tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan digital pemerintah,” tegasnya. (Red)

banner 325x30
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *