Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek TPTM Gelar Festival Seni Silat Budaya Melayu

ROKAN HILIR — Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polsek Tanah Putih Tanjung Melawanbl (TPTM) Kabupaten Rokan Hilir, menggelar Festival Seni Silat Budaya Melayu sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Festival ini menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menampilkan kemampuan seni bela diri silat yang merupakan bagian penting dari identitas budaya Melayu. Kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan semangat sportivitas, persatuan, dan prestasi di tengah masyarakat.

Kapolsek TPTM, Iptu Kodam Firman Sidabutar, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal yang mulai jarang ditampilkan.

“Festival ini kami selenggarakan sebagai bentuk komitmen Polri dalam mendukung pelestarian budaya daerah, khususnya seni silat Melayu yang sarat akan nilai disiplin, adab, dan kehormatan,” ujar Iptu Kodam Firman Sidabutar.

Ia menegaskan, seni silat bukan hanya tentang teknik bertarung, tetapi juga mengajarkan etika, penghormatan kepada sesama, serta pembentukan karakter generasi muda.

“Melalui festival ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk mencintai budaya sendiri. Seni silat Melayu harus tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.

Dalam festival ini, peserta akan dinilai berdasarkan tiga aspek utama, yakni pakaian, adab, serta gerakan atau bunga silat. Penilaian tersebut dilakukan untuk memastikan para peserta tidak hanya unggul dalam teknik, tetapi juga memahami nilai budaya yang melekat dalam seni silat Melayu.

Panitia juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang. Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 akan memperoleh trofi, sertifikat, serta bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Pendaftaran festival dibuka mulai 25 Juni hingga 2 Juli 2026. Peserta diwajibkan berdomisili di wilayah Kecamatan TPTM, dengan persyaratan membawa fotokopi KTP domisili. Setiap peserta diwajibkan mendaftar secara berpasangan atau terdiri dari dua orang.

Kapolsek berharap festival ini mampu menjadi agenda positif yang memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat.

“Kami ingin Hari Bhayangkara ke-80 ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan keamanan, tetapi juga lewat kegiatan yang memperkuat budaya, persatuan, dan kebersamaan,” ucapnya.

Seiring dengan kemajuan zaman, Seni budaya Silat sedikit demi sedikit mulai tenggelam, melalui Festival ini mari bersama kita mengangkat kembali warisan budaya Melayu agar tetap lestari dan berkembang di tengah modernisasi.

 

 

 

***