PTBA Tegaskan Bulan K3 Nasional Bukan Sekadar Seremonial

Breaking News

Momentum Bangun Budaya Keselamatan Kerja yang Profesional dan Kolaboratif
banner 120x600
banner 728x90

MUARA ENIM — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali menegaskan komitmennya terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional yang berlangsung setiap 12 Januari hingga 12 Februari.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Upacara Gerakan Nasional (Gernas) Bulan K3 yang digelar di Lapangan Kantor Pusat PTBA, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (19/1/2026).

banner 325x300 =========================

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menekankan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional tidak boleh dimaknai sebatas agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan komitmen bersama dalam melindungi tenaga kerja Indonesia serta membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan bermartabat.

Menurut Arsal, perusahaan perlu mengubah cara pandang terhadap K3. Keselamatan kerja tidak boleh lagi diposisikan sebagai tanggung jawab unit atau petugas tertentu semata.

“K3 adalah budaya kerja. K3 adalah bagian dari kepemimpinan. Setiap pimpinan, pengawas, dan pekerja bertanggung jawab langsung atas keselamatan dirinya dan rekan kerjanya,” ujarnya.

Pada Bulan K3 Nasional 2026, tema yang diangkat adalah “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”

Arsal menjelaskan,membangun ekosistem K3 berarti menciptakan keterhubungan yang utuh antar seluruh pemangku kepentingan yang memiliki peran dan dampak terhadap kinerja K3, dengan tujuan utama mencegah kecelakaan serta melindungi pekerja.

Profesionalisme, lanjutnya, menuntut seluruh insan PTBA bekerja sesuai kompetensi dan standar, berani menghentikan pekerjaan yang tidak aman, serta menjadikan data dan risiko sebagai dasar pengambilan keputusan. Profesionalisme K3 tidak diukur dari kelengkapan dokumen, melainkan dari perilaku nyata di lapangan.

Sementara itu, keandalan K3 tercermin dari sistem yang konsisten, disiplin, dan mampu berjalan dalam berbagai kondisi. Sistem yang andal tidak bergantung pada individu tertentu, tetapi tertanam kuat dalam proses, prosedur, dan pengawasan berkelanjutan, termasuk kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Aspek kolaboratif juga menjadi kunci dalam pengelolaan K3. Arsal menegaskan, tidak ada satu pihak pun yang mampu mengelola K3 secara mandiri.

“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, antara manajemen dan pekerja, serta lintas sektor dan disiplin sangat dibutuhkan. Kolaborasi juga berarti berbagi praktik baik, pembelajaran dari kegagalan, dan membangun kepercayaan,” katanya.

Selain upacara, Panitia Bulan K3 Nasional PTBA juga menggelar kegiatan donor darah sebagai wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja sekaligus kontribusi sosial bagi masyarakat.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Muara Enim ini diikuti oleh pegawai PTBA dan mitra kerja, serta dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan dan keselamatan donor darah yang berlaku.

Corporate SHE Division Head PTBA, Yuhendri Wisra, mengatakan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional tidak hanya berfokus pada pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya kerja yang sehat, peduli, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan, termasuk kepada masyarakat sekitar.

“Kegiatan donor darah ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi pekerja dalam aksi kemanusiaan, memperkuat solidaritas sosial di lingkungan kerja, serta mendukung ketersediaan stok darah melalui PMI sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan,” jelas Yuhendri.

Sebanyak 142 kantong darah berhasil dikumpulkan dari partisipasi aktif pegawai PTBA dan mitra kerja. Seluruh darah yang terkumpul selanjutnya diserahkan kepada PMI Cabang Muara Enim untuk pemeriksaan lanjutan, pengolahan, dan penyimpanan sebelum didistribusikan kepada pihak yang membutuhkan sesuai ketentuan.

Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, PTBA juga menggelar berbagai kegiatan lainnya, seperti Webinar Kesehatan dan Keselamatan Kerja hingga program Safety Goes to School.
Arsal menambahkan bahwa pada akhirnya K3 bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan nilai fundamental dalam dunia kerja.

“K3 adalah nilai bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat. Produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan. Ini adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.

(Rumansah)

banner 325x30
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *