Diduga Akibat Repair Jalan Lintas Tengah Sumatera Angka Kecelakaan Meningkat Tajam

banner 120x600
banner 728x90

Muara Enim, (07/06/2026) – Kondisi Jalan Lintas Tengah Sumatera di ruas jalan Kabupaten Muara Enim yang saat ini direpair, dalam beberapa pekan terakhir kini menjadi sorotan. Sejumlah kecelakaan lalu lintas dilaporkan terjadi beruntun, diduga kuat dipicu oleh kerusakan jalan berupa lubang menganga yang tidak langsung ditambal dengan aspal serta minim rambu-rambu peringatan.

Terjadi peningkatan signifikan kecelakaan tunggal dan tabrakan beruntun di ruas Jalan Lintas Tengah Sumatera. Kerusakan berupa lubang bekas galian yang tidak segera ditambal, serta sambungan tambalan yang tidak setara memicu hilangnya kendali kendaraan.

banner 325x300 =========================

Korban terbanyak meliputi pengendara sepeda motor, juga mobil pribadi. Beberapa mengalami luka berat dan harus dirujuk ke rumah sakit bahkan sampai merenggut nyawa.

Titik rawan terkonsentrasi pada segmen jalan yang akan dilakukan perbaikan tambal sulam, tepatnya di jalur Lintas Tengah Sumatera, Kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Agung, Panang Enim dan Muara Enim kota. Kondisi paling parah terjadi pada titik tanpa penerangan jalan dan tanpa marka.

Lonjakan kecelakaan tercatat sejak 2 minggu terakhir, bertepatan dengan pekerjaan repair jalan. Insiden meningkat saat kondisi malam hari dan hujan deras, ketika lubang tidak terlihat jelas oleh pengendara, serta tanpa pemasangan rambu “Hati-hati Jalan Rusak” dan lampu penerangan sementara sebagaimana diwajibkan dalam SOP keselamatan kerja jalan.

Pengendara yang melintas dengan kecepatan normal kaget melihat lubang, mereka melakukan pengereman mendadak atau banting setir kendaraan hingga kehilangan stabilitas. Akibatnya terjadi kecelakaan tunggal, terguling, atau tertabrak kendaraan dari arah berlawanan.

Sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berdiri di Kabupaten Muara Enim. Ormas KPK-ME ( Komunitas Peduli Kepentingan Masyarakat Muara Enim) menyoroti problema ini. Ketua KPK-ME, Ahmad Nangwi alias Jangkok bersuara. Dirinya mendesak instansi terkait segera bertindak agar tidak ada lagi korban jiwa.

“Kami mendesak Pemkab Muara Enim melalui instansi terkait dan kontraktor pelaksana untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, perbaikan atau penambalan lubang segera sesuai standar, serta pemasangan rambu dan penerangan darurat di seluruh titik rawan. Jalan yang dibangun dengan anggaran negara tidak boleh berbalik menjadi ancaman keselamatan publik,” tegas Jangkok.

Lebih lanjut dirinya menegaskan, “Keterlambatan penanganan sama artinya dengan pembiaran jatuhnya korban baru”, pungkasnya.

Sementara itu pihak proyek yang dihubungi di nomor WhatsApp 0857 2250 0XXX, sampai berita ini diterbitkan tidak ada jawaban atas klarifikasi dari media ini.
(Tim)

banner 325x30
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *