Muara Enim – Mel’s Production akan menghadirkan pagelaran musik “Cari Gara Gara” pada 12 Juli sebagai salah satu alternatif ruang hiburan bagi masyarakat Muara Enim dan sekitarnya. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas kerinduan para pecinta musik lintas genre yang selama ini masih memiliki keterbatasan pilihan hiburan berkualitas di daerah.
Melalui penyelenggaraan event ini, Mel’s Production yang merupakan promotor event dan juga vendor produksi, tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga berkomitmen membangun ekosistem seni dan budaya yang berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM, pedagang lokal, komunitas, hingga masyarakat sekitar sebagai bagian penting dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif di Kabupaten Muara Enim.
Dikatakan Direktur Festival Cari Gara Gara, Ayas, event ini juga menjadi bukti bahwa Muara Enim memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan pertunjukan musik berskala nasional. Mulai dari konsep penyelenggaraan, standar produksi, hingga kehadiran para penampil yang memiliki basis penggemar luas, seluruhnya dipersiapkan secara profesional agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi penonton.
“Selain menjadi hiburan, event ini juga membawa misi edukasi kepada masyarakat mengenai budaya menikmati pertunjukan musik berbayar. Di berbagai daerah, konser berbayar merupakan hal yang lazim sebagai bentuk apresiasi terhadap karya dan kerja keras para pelaku seni, kru produksi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam sebuah pertunjukan,” tambahnya, Jumat (10/07/2026).
Dengan adanya “Cari Gara Gara”, masyarakat Muara Enim tidak lagi harus bepergian ke kota lain untuk menyaksikan penampilan musisi favorit atau menikmati atmosfer konser berkualitas. Kehadiran event ini diharapkan menjadi alternatif hiburan berskala nasional yang dapat dinikmati langsung di daerah, tanpa harus menunggu penyelenggaraan kegiatan dari pemerintah maupun perusahaan.
Lebih dari itu, “Cari Gara Gara” merupakan rangkaian menuju puncak Gara Gara Fest yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Festival tersebut akan dikemas dengan konsep yang lebih besar, menghadirkan lebih banyak musisi dari berbagai genre serta melibatkan lebih banyak komunitas dan pelaku ekonomi kreatif.
Terakhir Ayas mengatakan, melalui rangkaian kegiatan ini, Mel’s Production berharap dapat berkontribusi dalam menjadikan Muara Enim sebagai salah satu daerah yang aktif menghadirkan pertunjukan musik berkualitas, sekaligus mendorong tumbuhnya industri kreatif lokal yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Pada evnt kali ini, ada beberapa penampil lokal yang ikut pada event kali ini, salah satunya adalah Rukat, band hardcore lokal yang telah lama mendediksikan diri mereka di skena musik lokal baik di muara enim maupun di Sumsel. Selain itu ada Candei, band folk tradisi yang mengamgkat tema khas lokal daerah besemah yang dikemas secara tradisi yang mudah diterima kaum muda.
Kemudian ada band asal Jambi Semiotika yang memilih post rock sebagai ruang penyampai emosi dan keresahan mereka. Lamaka, band hardcore asal bandung yang berkolaborasi dengan Barus vokalis band veteran Bandung “Balcony” yang akan merangsang energi. Selain itu, The Jansen Band Rock asal Bogor yang menyajikan musik punk ala ala tahun 80an yang catchy, serta lineup puncak yakni Barasuara, yang sudah memiliki basis penggemar luas di indonesia dengan sajian musik rock khas yang dikemas apik dengan komposisi yang rumit namun terdengar ringan nan megah.
(Rumansah)


|||
<<<=====>>>



















