Simulasi Sispam Mako dan Sispam Kota Digelar di Polres Rokan Hilir

Breaking News

Simulasi Hadapi Potensi Gangguan Keamanan, Polres Rohil Latih Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Sispam
banner 120x600
banner 728x90

ROKAN HILIR — Polres Rokan Hilir menggelar simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) dan Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) di halaman Mapolres Rokan Hilir, Rabu (19/11/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi potensi gangguan keamanan, termasuk skenario penanganan aksi unjuk rasa.

Wakil Kepala Polda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo hadir memimpin kegiatan bersama sejumlah pejabat utama Polda Riau. Hadir pula unsur Forkopimda Rokan Hilir, jajaran TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur peradilan dan kejaksaan.

Kegiatan diawali apel kesiapan dan pemaparan Tactical Floor Game (TFG) oleh Kabag Ops, Kasat Lantas, dan Kasat Intelkam Polres Rokan Hilir. TFG memberikan gambaran situasi pengamanan Mako serta tahapan penanganan aksi unjuk rasa, mulai dari hubungan tata cara kerja antar-unit hingga pola penempatan personel.

Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto menekankan pentingnya pemeriksaan ketat di pintu masuk, kesiapsiagaan 24 jam personel, serta pemanfaatan sistem pemantauan seperti CCTV. “Pengendalian akses dan pemeriksaan berlapis menjadi langkah dasar untuk mencegah ancaman,” ujarnya.

Hadapi Potensi Gangguan Keamanan, Polres Rohil Latih Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Sispam

Pada sesi pertama, dilakukan simulasi serangan sekelompok orang tak dikenal terhadap petugas penjagaan Mako. Setelah alarm siaga dibunyikan, personel menuju titik pengamanan yang telah ditentukan, termasuk halaman depan, gedung utama, ruang tahanan, gudang logistik, serta rumah dinas pejabat utama.

Setelah situasi dikendalikan, dilakukan konsolidasi dan evaluasi oleh pimpinan operasi. Sesi berikutnya mensimulasikan penanganan aksi unjuk rasa sesuai Perkap Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengendalian Massa. Skenario dimulai dari tahap deteksi dini melalui kegiatan intelijen dan pembinaan masyarakat, dilanjutkan apel pengamanan dan pembentukan formasi Dalmas Awal.

Dalam simulasi digambarkan massa menyampaikan tiga tuntutan: transparansi penanganan hukum, pemberantasan narkoba, serta penanganan korupsi dan KKN. Massa kemudian bertindak anarkis, melakukan pelemparan benda tumpul hingga pembakaran ban.

Negosiator Polwan berupaya meredakan massa, namun eskalasi meningkat hingga memasuki kategori kuning dan kemudian merah. Polres Rokan Hilir mengerahkan Dalmas Lanjut, kendaraan taktis, water cannon, serta pasukan PHH Brimob untuk mengurai massa secara terukur.

Satu orang digambarkan mengalami luka berat dan dievakuasi oleh tim medis sebagai bagian dari prosedur penanganan korban.

Tim Raimas dan PHH Brimob akhirnya berhasil mengendalikan massa. Provokator diamankan oleh tim penegakan hukum. Situasi di sekitar Kantor DPRD Rokan Hilir berangsur kondusif.

Simulasi Hadapi Unjuk Rasa

Adapun kekuatan personel yang terlibat terdiri dari Dalmas Awal (1 pleton), Dalmas Lanjut (3 pleton), satu SSK PHH Brimob, 28 personel negosiator, tim medis, serta unsur intelijen.

Dalam apel konsolidasi, Wakapolda Riau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. “Mencapai sempurna itu sulit, tetapi saya yakin seluruh personel sudah memberikan yang terbaik,” ujarnya. Ia menilai Polres Rokan Hilir menunjukkan kesiapan dan kekompakan dalam pelaksanaan simulasi.

Simulasi ini menjadi ajang evaluasi kemampuan personel serta kesiapan sarana prasarana Polres Rokan Hilir dalam menghadapi ancaman keamanan, baik serangan terhadap markas maupun potensi kerusuhan di wilayah perkotaan. Kegiatan berlangsung hingga pukul 12.30 WIB berjalan aman serta tertib.

(Sah Siandi Lubis)

banner 325x30
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *