Berita  

KOMANDAN MB-PKRI Muara Enim Pewarta Ingatkan Menteri Desa Bahwa Tidak Semua Wartawan Abal – Abal

Breaking News

banner 120x600
banner 728x90

Jakarta – Ahmad Nangwi (Mang Jangkuk) Komandan MB-PKRI Muara Enim -, ( Markas Besar Penerus Kemerdekaan Republik Indonesia ) selalu berkomitmen untuk menciptakan wartawan yang berkompeten, berintegritas serta professional  dengan konsisten melakukan Diklat Jurnalistik untuk seluruh pengurus dan anggota Yang tergabung dalam keluarga Besar MB-PKRI Muara Enim,

Bahkan hal ini merupakan salah satu visi dan misi MB-PKRI dalam meningkat kualitas wartawannya agar bisa memahami  tupoksinya dan juga memahami Kode Etik Jurnalistik serta Undang – Undang Pers nomor 40 Tahun 1999.

Tapi sangat disayangkan masih ada juga pejabat pemerintah yang hanya bisa memberikan label kepada wartawan dengan sebutan abal – abal atau bodrex tetapi mereka tidak pernah memberikan ruang dan tempat untuk mereka belajar agar bisa menjadi wartawan yang professional. Bahkan mereka Cuma bisa menghakimi saja tanpa pernah memberikan solusi  bagi oknum wartawan yang katanya abal – abal atau bodrex tersebut.

Terkait statement yang baru – baru ini viral  dilontarkan oleh seorang pejabat kementrian yaitu Yandri Susanto selaku Menteri  Desa , Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia telah menyakiti  hati wartawan dengan menyebutkan wartawan abal – abal seharusnya pak menteri harus menggunakan kalimat oknum wartawan karena wartawan yang tergabung di keluarga Besar MB-PKRI merupakan wartawan yang selalu mengupgrade diri dengan ikut pelatihan dan Uji Kompetensi Wartawan bahkan dalam waktu dekat,

Bahkan MB-PKRI, akan selalu konsisten melakukan diklat untuk para pengurus dan anggota dengan mandiri serta  belum ada bantuan dari pemerintah sedikitpun.

Hal ini pun tidak membuat MB-PKRI langsung menjustisifikasi wartawan abal – abal tetapi kalau kalimat oknum wartawan abal – abal atau bodrex bisa jadi karena masih ada yang belum memahami Kode Etik Jurnalistik dan Undang – Undang Pers  Nomor 40 Tahun 1999.

“ Yang Paling banyak ganggu kepala Desa itu LSM sama Wartawan Bodrex  dan mereka muter itu, hari ini ke kepala desa ini minta duit satu juta bayangkan kalau 300 desa  maka 300 juta kalah gaji Kemendes  itu. Gaji menteri kalah itu, dapat 300 juta  yaa kan nah oleh karena itu mungkin pihak kepolisian juga dan kejaksaan mohon juga ini ditertibkan kalau perlu ditangkapin aja pak polisi LSM dan yang apa namanya wartawan bodrex  yang menganggu para kepala desa itu untuk bekerja, “ Ujar Yandri Susanto  selaku Menteri  Desa , Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia  sambil tertawa.

Di tambahkan Ahmad Nangwi (Mang Jangkuk) dirinya sangat menyayangkan dengan ucapan Menteri  Desa , Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia  yang seharusnya menggunakan kata oknum wartawan karena jika tidak berarti membuat opini publik semua wartawan itu abal – abal. Seharusnya  selaku pejabat pemerintah haruslah bijak dalam memilih kosa kata yang lebih baik dengan menggunakan kalimat oknum wartawan.

MB-PKRI bersama Jurnalis yang tergabung menjadi keluarga Besar MB-PKRI sepakat untuk menertibkan oknum wartawan abal – abal karena bisa merusak integritas dan marwah profesi yang sangat mulia tersebut.

“ Saya sepakat dengan kalimat untuk menertibkan oknum wartawan abal – abal yang bisa merusak citra dan integritas wartawan bahkan kita tidak hanya cuma bicara saja tetapi visi dan misi MB-PKRI untuk selalu meningkatkan kualitas wartawan dengan melakukan sekolah wartawan dan diklat serta diperintahkan untuk ikut Uji Kompetensi wartawan ( UKW) .

Tetapi sangat disayangkan kosa kata yang dipakai oleh Pak Menteri  Desa , Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia  yaitu Kanda  Yandri Susanto yang tidak menggunakan kata oknum pada wartawan sehingga seolah – olah membangun paradigma seluruh wartawan melakukan seperti itu. Bahkan saya juga meminta kepada jajaran POLRI untuk tidak mengintervensi atau mengintimidasi  tugasnya seorang wartawan dalam mencari berita karena jelas tupoksi wartawan dilindungi oleh undang – undang. Walaupun pekerjaan seorang jurnalis atau wartawan bukanlah profesi yang bisa membuat kaya dalam waktu instan tetapi profesi inilah yang berkontribusi besar dalam kemajuan demokrasi suatu Negara”, tegas Mang Jangkuk

Rumansah media Bin Ri Kabiro muara Enim
Sangat tersinggung

(Rumansah)

banner 325x30
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *