ROKAN HILIR – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat. Polsek Pujud menggelar rapat koordinasi bersama unsur pemerintah kecamatan, TNI, perusahaan, serta para penghulu di wilayah Kecamatan Pujud dan Tanjung Medan, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Pujud tersebut dimulai pukul 09.00 WIB hingga siang hari, dengan fokus utama menyusun langkah strategis mengantisipasi potensi karhutla yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Kapolsek Pujud, AKP Boy Setiawan, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam pencegahan sejak dini, terutama di tingkat kepenghuluan.
“Para penghulu harus aktif melakukan pencegahan, termasuk mendata lahan-lahan di wilayah masing-masing sebagai langkah mitigasi. Ini penting agar potensi karhutla bisa ditekan sejak awal,” ujar Boy Setiawan dalam rapat tersebut.
Ia juga mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemadaman kebakaran di wilayah Kepenghuluan Sungai Pinang sejak beberapa hari terakhir, meski hingga kini masih ditemukan titik asap.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Krimsus Polda dan akan menindaklanjuti, termasuk pemasangan police line di lahan bekas terbakar. Ini sebagai bentuk penegakan hukum sekaligus efek jera,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolsek meminta agar setiap desa segera membentuk posko pencegahan dan penanganan karhutla, serta tim khusus di tingkat kepenghuluan.
“Apabila terjadi kebakaran, penghulu harus cepat berkoordinasi dengan kami atau Bhabinkamtibmas. Sesuai perintah pimpinan, lahan yang terbakar akan dipasangi garis polisi dan tidak boleh lagi dikelola,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Pujud, M. Nasri, menyebutkan bahwa rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Ia berharap para pemilik lahan, khususnya lahan terlantar, dapat menunjukkan kepedulian dan tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.
Di sisi lain, Danramil 06/Tanjung Medan, Kapten Inf Yulisman, menyatakan kesiapan pihak TNI untuk bersinergi dengan kepolisian dalam melakukan patroli rutin serta penanggulangan karhutla.
“Kami akan melakukan patroli dua kali dalam seminggu guna mengantisipasi munculnya titik api,” ujarnya.
Camat Tanjung Medan, Ahendra, juga menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk grup koordinasi khusus untuk mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran.
Dalam rapat tersebut, pihak perusahaan yang hadir turut menyatakan komitmen membantu, baik dari sisi personel maupun sarana prasarana pemadaman.
Hasil rapat menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap kepenghuluan, penyusunan peraturan desa terkait kewajiban pemilik lahan, hingga kerja sama pendanaan operasional penanggulangan karhutla.
(Sah Siandi Lubis)


|||
<<<=====>>>



















