Riau, Rohil  

Aksi Kapolsek TPTM di Kemah Kebangsaan: Silat, Budaya, dan Pesan Ekologis

Breaking News

Penampilan seni bela diri tradisional oleh Kapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan Iptu Kodam Firman Sidabutar mendapat apresiasi dalam Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau di Rimbang Baling.
banner 120x600
banner 728x90

ROKAN HILIR–  Kapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM), Polres Rokan Hilir, Iptu Kodam Firman Sidabutar, aktif dalam melestarikan budaya Melayu melalui seni bela diri pencak silat. Ia kerap menampilkan jurus-jurus silat yang energik dan sarat filosofi dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Kapolsek TPTM Iptu Kodam Firman Sidabutar Tampilkan Pencak Silat, Gaungkan Pelestarian Budaya Melayu

Aksi tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan pendekatan humanis kepolisian dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus merawat tradisi lokal di tengah tugas penegakan hukum.

banner 325x300 =========================

Dalam sejumlah kesempatan, Iptu Kodam tampil di acara publik, mulai dari pesta pernikahan hingga kegiatan sosial. Terbaru, ia turut ambil bagian dalam Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau yang digelar di kawasan Rimbang Baling, Kabupaten Kampar.

Kegiatan itu dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta akademisi Rocky Gerung. Dalam acara tersebut, Iptu Kodam berpasangan dengan Aiptu Ibnu Munim menampilkan pencak silat selama sekitar 10 menit bersama dua pasang pesilat lokal.

Penampilan mereka mendapat sambutan positif dari ratusan peserta kemah yang hadir. Aksi tersebut dinilai mampu memadukan nilai budaya dengan semangat kebangsaan.

Iptu Kodam mengatakan, pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga sarana membangun karakter dan memperkuat identitas budaya.

“Silat mengajarkan disiplin, penghormatan, dan keseimbangan antara kekuatan fisik dan nilai-nilai moral. Ini bagian dari warisan budaya yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Kemah Kebangsaan ini diinisiasi oleh Tumbuh Institute dengan mengangkat tema kebakaran hutan dan lahan (karhutla), keadilan ekologis, dan masa depan lingkungan. Kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu karhutla serta membuka ruang dialog lintas perspektif.

Sejumlah latar belakang mendorong pelaksanaan kegiatan ini. Karhutla di Provinsi Riau dinilai sebagai persoalan berulang yang berdampak luas, tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan publik dan stabilitas sosial.

Selain itu, mahasiswa dipandang memiliki peran strategis sebagai kekuatan intelektual dalam membentuk opini publik dan mendorong perubahan sosial. Namun, keterlibatan mahasiswa dalam isu karhutla selama ini dinilai masih sporadis dan belum terorganisasi secara kolektif.

Melalui forum ini, penyelenggara berupaya mengonsolidasikan gagasan mahasiswa dengan menghadirkan berbagai perspektif, mulai dari pemerintah, akademisi, aktivis, hingga masyarakat.

Kemah Kebangsaan di Rimbang Baling diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus titik temu antara pemikiran kritis dan pengalaman lapangan, guna membangun kesadaran serta komitmen bersama dalam menghadapi persoalan karhutla.

(Sah Siandi Lubis)

banner 325x30
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *