Diduga RS Rabain Tolak Pasien dalam Kondisi Darurat

Breaking News

banner 120x600
banner 728x90

Muara Enim – Seorang pasien bernama Rumansah, warga Desa Tegalrejo RT 14, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, mengalami perlakuan yang diduga kurang profesional dari pihak RS Rabain. Pasien yang sudah tidak sadarkan diri akibat penyakit saraf parah dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Rabain menggunakan ambulans desa sekitar pukul 14.35 WIB. Senin (13/1/25)

Namun, sesampainya di UGD, pihak rumah sakit diduga tidak memberikan penanganan medis yang memadai. Menurut keterangan istri pasien kepada awak media, beberapa perawat yang bertugas di ruang UGD terkesan tidak peduli dengan kondisi suaminya yang sedang tidak sadarkan diri dan menahan rasa sakit.

“Istri Rumansah menuturkan bahwa ia telah meminta pertolongan kepada petugas medis, namun diarahkan ke poli gigi dengan alasan terkait kondisi pasien. Saat menuju loket pendaftaran, ia malah diberitahu bahwa dokter tidak ada dan pendaftaran telah ditutup.

“Kondisi suami saya semakin parah. Saya hanya ingin dia mendapat penanganan, tetapi kami malah dibiarkan begitu saja,” ujar istri Rumansah kepada wartawan.

Menurut pantauan awak media, pasien hanya diberikan resep obat dan diminta untuk membelinya di luar rumah sakit. Bahkan, ketika wartawan mencoba menghubungi direktur RS Rabain untuk meminta solusi, pesan dan panggilan telepon tidak mendapatkan tanggapan.

“Melihat kondisi Rumansah yang semakin memburuk, istri pasien akhirnya meminta bantuan awak media untuk mencari transportasi guna membawa suaminya pulang. Wartawan yang berada di lokasi pun membantu mencari mobil taksi karena tidak ada solusi yang diberikan oleh pihak rumah sakit.

“Kami benar-benar kecewa dengan pelayanan RS Rabain. Pasien yang sudah dalam kondisi kritis seperti ini tidak mendapatkan penanganan apa pun,” ujar salah satu wartawan yang meliput kejadian tersebut.

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan masyarakat, terutama terkait profesionalisme pelayanan di fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi tempat terakhir masyarakat mengandalkan keselamatan mereka.(Team)

banner 325x30
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *