Pimpinan Media bin-ri dan Tokoh Masyarakat Soroti Kemacetan Lalulintas di Bagan Batu Akibat Proyek Pipa Gas 

PENULIS : SAH SIANDI LUBIS

Pimpinan Media bin-RI.id, Ria Setiawan Nasution, bersama sejumlah tokoh masyarakat berencana mengajukan proposal kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir untuk mengalihkan kendaraan berat melalui jalur Ring Road. Langkah ini dinilai penting guna mengurai kemacetan, menjaga kelancaran transportasi, dan melindungi aktivitas perekonomian masyarakat.
banner 120x600
banner 728x90

ROKAN HILIR – Aktivitas proyek penggalian pipa gas di wilayah Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, mulai menimbulkan persoalan serius terhadap kelancaran arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Bagan Batu. Kemacetan yang berulang kali terjadi menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan salah satu akses utama mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Kepadatan kendaraan semakin terasa ketika aktivitas penggalian pipa gas berlangsung bersamaan dengan tingginya volume kendaraan yang melintas. Kondisi ini tidak hanya menghambat perjalanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi barang, aktivitas perdagangan, serta produktivitas masyarakat.

Persoalan tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa langkah penanganan yang konkret dari pemerintah dan instansi terkait.

Menyikapi kondisi itu, Pimpinan Media bin-RI.id, Ria Setiawan Nasution, bersama sejumlah tokoh masyarakat berencana mengajukan permohonan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.

Usulan tersebut berisi permohonan pengaturan ulang arus lalu lintas, khususnya pengalihan sementara kendaraan bertonase besar seperti truk dan bus dari Jalan Jenderal Sudirman menuju jalur alternatif Ring Road selama pekerjaan proyek penggalian pipa gas berlangsung.

Kepada awak media, Senin (2/11/2026), Ria Setiawan Nasution menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh mengabaikan kepentingan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tersebut.

Menurutnya, proyek pembangunan memang diperlukan untuk mendukung kepentingan umum. Namun, pelaksanaannya harus disertai pengaturan lalu lintas yang matang agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

“Jangan sampai pembangunan yang bertujuan untuk kepentingan umum justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat. Pemerintah dan pihak pelaksana proyek harus memikirkan dampak pekerjaan terhadap kelancaran lalu lintas. Masyarakat membutuhkan solusi, bukan sekadar memahami alasan terjadinya kemacetan,” tegas Ria Setiawan.

Salah satu poin utama dalam permohonan yang akan disampaikan adalah pengalihan sementara kendaraan berat, khususnya truk dan bus, agar tidak melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Bagan Batu, selama aktivitas penggalian pipa gas berlangsung.

Dalam usulan tersebut, kendaraan diarahkan menggunakan jalur alternatif Ring Road dengan akses masuk melalui Simpang Pirdam dan keluar melalui Simpang Riset. Pengaturan serupa juga diusulkan untuk kendaraan dari arah sebaliknya, dengan mempertimbangkan kondisi dan kelayakan jalur.

Ria menilai langkah tersebut patut segera dikaji oleh pemerintah daerah bersama kepolisian dan instansi perhubungan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas di pusat Kota Bagan Batu.

“Kami mengusulkan agar kendaraan besar seperti truk dan bus sementara waktu dialihkan melalui jalur Ring Road. Jangan sampai seluruh beban kendaraan bertumpu di Jalan Jenderal Sudirman ketika pekerjaan penggalian berlangsung. Jika jalur alternatif memungkinkan dan memenuhi standar keselamatan, mengapa tidak dipertimbangkan?” ungkapnya.

Ria menegaskan, rencana pengajuan proposal tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah antisipatif sebelum kemacetan semakin parah dan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap aktivitas masyarakat.

“Kami bersama sejumlah tokoh masyarakat ingin menyampaikan aspirasi ini melalui jalur resmi. Harapan kami, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir tidak hanya menerima usulan tersebut sebagai masukan, tetapi juga segera melakukan kajian dan koordinasi dengan instansi terkait agar ada solusi yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pengalihan kendaraan berat harus melalui kajian teknis, termasuk memastikan kondisi jalan Ring Road mampu menampung kendaraan bertonase besar, memperhatikan keselamatan pengguna jalan, serta tidak memindahkan persoalan kemacetan ke kawasan lain.

Karena itu, koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Rokan Hilir, pemerintah kecamatan, serta pihak pelaksana proyek dinilai sangat diperlukan.

Persoalan kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman Bagan Batu menjadi pengingat bahwa setiap kegiatan pembangunan harus disertai perencanaan teknis dan manajemen lalu lintas yang memadai.

Kelancaran proyek memang penting, tetapi keselamatan pengguna jalan, kenyamanan masyarakat, kelancaran distribusi barang, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi juga tidak boleh dikesampingkan.

Ria Setiawan Nasution bersama sejumlah tokoh masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut dan mempertimbangkan usulan pengalihan kendaraan berat melalui jalur Ring Road.

Pembangunan tidak boleh hanya diukur dari seberapa cepat proyek diselesaikan, tetapi juga dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan masyarakat tanpa harus mengorbankan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas ekonomi mereka.

 

___

banner 325x30
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *