Kapolsek TPTM dan Tim Ro SDM Polda Riau Evaluasi Lahan Ketahanan Pangan Seluas 25 Hektare

PENULIS : SAH SIANDI LUBIS

Selain mendata kesiapan lahan, tim juga mengidentifikasi kendala petani dan mendorong pemanfaatan lahan tidur untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
banner 120x600
banner 728x90

TPTM, ROKAN HILIR – Kepolisian Sektor (Polsek) Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM) bersama Tim Ro SDM Polda Riau melakukan pengecekan lahan ketahanan pangan seluas 25 hektare di Parit Karim, Kepenghuluan Mesah, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa, 4 Agustus 2026.

Kegiatan itu merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan komoditas jagung sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Pengecekan dipimpin Kapolsek TPTM Iptu Kodam Firman Sidabutar, S.H., M.H., didampingi Staf Ahli Karo SDM Polda Riau Mubarok Gofar, Datuk Penghulu Kepenghuluan Mesah Ridwan, S.H., Bhabinkamtibmas Aipda M. Sobirin, personel Bakomsus Ro SDM Polda Riau, kelompok tani, serta unsur RT, RW, dan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pendataan dan verifikasi lahan yang akan dikembangkan sebagai lokasi penanaman jagung. Selain mengukur luas lahan, tim juga meninjau kondisi fisik lahan, tingkat kesuburan tanah, kebersihan area, serta ketersediaan sumber air sebagai penunjang budidaya.

Petugas turut mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani, mulai dari gangguan gulma, hama, hingga keterbatasan sarana dan prasarana pertanian. Masyarakat juga diajak memanfaatkan lahan yang belum produktif agar dapat dioptimalkan sebagai lahan pertanian.

Kapolsek TPTM Iptu Kodam Firman Sidabutar mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memastikan kesiapan lahan, tetapi juga menyusun langkah teknis agar program penanaman jagung dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Pengecekan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami bersama Tim Ro SDM Polda Riau dan pemerintah desa memastikan lahan yang tersedia benar-benar siap dikelola. Hasil evaluasi menunjukkan sistem drainase perlu dibenahi terlebih dahulu menggunakan alat mekanis seperti excavator agar lahan tidak kembali terdampak banjir saat memasuki musim tanam berikutnya,” kata Iptu Kodam Firman Sidabutar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong maupun lahan tidur menjadi lahan produktif yang mampu meningkatkan produksi jagung dan memperkuat perekonomian masyarakat.

Berdasarkan hasil peninjauan, sebagian lahan saat ini masih ditanami jagung yang telah mendekati masa panen. Namun, kualitas tongkol jagung dinilai belum optimal karena tanaman sempat terdampak banjir sebanyak dua kali.

Tim Ro SDM Polda Riau bersama jajaran Polres Rokan Hilir dan Polsek TPTM selanjutnya merencanakan perbaikan sistem drainase menggunakan excavator sebelum pelaksanaan penanaman kembali pada kuartal ketiga. Pengolahan lahan juga akan didukung penggunaan traktor guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi budidaya jagung.

Secara umum, hasil pengecekan menyimpulkan lahan seluas 25 hektare tersebut memiliki potensi yang baik untuk pengembangan jagung pipil, dengan catatan pengelolaan dilakukan secara mekanis dan didukung sistem tata air yang memadai.

 

___

banner 325x30
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *