AGAM, SUMATERA BARAT — Di tengah puing-puing bebatuan dan sisa rumah yang rata dengan tanah, haru dan air mata syukur menyelimuti warga Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, saat bantuan kemanusiaan akhirnya tiba.
Puluhan rumah warga dilaporkan hancur akibat bencana alam. Tak hanya tempat tinggal, rumah ibadah dan bangunan sekolah turut luluh lantak, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dan ibadah di sana.
Alhamdulillah, bantuan tersebut diantarkan langsung dari para saudara dan sahabat di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sebagai wujud kepedulian dan rasa persaudaraan sesama anak bangsa.
Penyerahan bantuan diterima secara simbolis oleh para tokoh adat dan masyarakat, di antaranya Memei Mamak Pusako, Khatib Marajo Dirajo, Imam Marajo Dirajo, Datuk Majo Kayo, Syahrial Sutan Makmur, serta puluhan bapak-bapak dan ibu-ibu yang menjadi korban langsung musibah tersebut.

Dengan suara bergetar menahan haru, para penerima menyampaikan rasa terima kasih atas uluran tangan yang datang di saat mereka berada dalam kondisi paling sulit.
“Kami kehilangan rumah, tempat ibadah, bahkan sekolah anak-anak kami. Bantuan ini bukan hanya soal materi, tapi juga penguat hati dan semangat untuk bangkit kembali,” ungkap salah satu perwakilan warga.

Sementara itu, Arjuna PS, selaku narasumber, menyampaikan bahwa kehadiran langsung di lokasi menjadi momen yang sangat menggetarkan hati.
“Alhamdulillah, hari ini kami sampai di kampung halaman melihat langsung saudara-saudara kami yang tertimpa musibah. Amanah dari sahabat dan saudara di Rohil kami sampaikan dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh infak, sedekah, dan sumbangan yang diberikan menjadi ladang amal bagi para donatur.
“Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala berlipat ganda dan memberi kekuatan bagi warga Sungai Batang untuk bangkit kembali. Aamiin,” tutupnya.
(Red)


|||
<<<=====>>>

=========================








