Riau, Rohil  

Demi Kepentingan Bersama,  Haji Daman Benahi Akses Vital Dua Kecamatan di Rohil

Breaking News

Haji Daman:  Seorang Tokoh Masyarakat Fokus Benahi Jalan di Sejumlah Titik Rawan Banjir, Perbaikan Secara Swadaya Dilakukan demi Kelancaran Mobilitas Masyarakat dan Petani Kebun Sawit 
banner 120x600
banner 728x90

ROKAN HILIR – Tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, Haji Daman, turun langsung memperbaiki ruas jalan rusak parah sepanjang kurang lebih 9 kilometer yang menghubungkan Ampean Rotan, Kecamatan Bagan Sinembah Raya hingga Sungai Mayang, Teluk Nilap, Kecamatan Kubu, Riau.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan warga karena kerap tergenang air dan berlumpur saat musim hujan. Kerusakan itu bahkan menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas, terutama kendaraan pengangkut hasil kebun.

Haji Daman mengatakan, ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas harian masyarakat di dua kecamatan.

“Ketika musim hujan, jalan terendam dan berlumpur. Di beberapa titik bahkan tidak bisa dilewati sama sekali. Ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama petani dan anak-anak sekolah,” ujar Haji Daman, Minggu (23/2/2026).

Meski pemerintah dijadwalkan akan merealisasikan program perbaikan pada Juni mendatang, Haji Daman memilih tidak menunggu. Ia mengambil inisiatif melakukan perbaikan sementara secara swadaya menggunakan dana pribadi agar akses masyarakat tetap terbuka.

“Sambil menunggu program pemerintah berjalan, kami berupaya semaksimal mungkin agar jalan ini tetap bisa dilalui masyarakat,” tegasnya.

Perbaikan difokuskan pada titik-titik terparah dan rawan banjir. Hingga kini, sekitar 250 truk material tanah timbun telah dikerahkan untuk menimbun dan meratakan badan jalan yang rusak.

Untuk memastikan pengerjaan berjalan optimal dan tepat sasaran, Haji Daman menunjuk Supriadi, yang akrab disapa Pipi, sebagai pengawas sekaligus pelaksana di lapangan.

Supriadi menjelaskan, prioritas perbaikan diberikan pada titik yang paling rawan terendam air agar kendaraan, khususnya pengangkut hasil perkebunan, dapat melintas dengan aman.

“Kami fokus pada titik terparah supaya bukan hanya bisa dilewati, tetapi juga cukup kuat menopang kendaraan pengangkut hasil kebun,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengerjaan dilakukan secara bertahap mengingat panjangnya ruas jalan serta keterbatasan anggaran swadaya.

Di sisi lain, Haji Daman berharap partisipasi para pemilik kebun dan toke sawit di wilayah tersebut untuk ikut berkontribusi dalam pembiayaan perbaikan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama kegiatan ekonomi masyarakat.

“Jalan ini dipakai bersama untuk kepentingan ekonomi dan aktivitas warga. Kami berharap ada dukungan dari para pemilik kebun agar perbaikan bisa terus berlanjut,” pungkasnya.

(Sah Siandi Lubis)

banner 325x30
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *