BAGAN SINEMBAH — Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dari Fraksi PDI Perjuangan, Maston, menggelar Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di Kepenghuluan Bagan Batu, Senin (8/12/2025). Reses berlangsung di Dusun Bahagia dan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh adat, perangkat desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta ratusan warga dari berbagai dusun.
Kegiatan reses ini menjadi sarana penyampaian aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput. Maston menegaskan bahwa seluruh masukan warga akan dibawa ke pembahasan kebijakan pembangunan daerah di DPRD.
“Reses bukan sekadar seremonial, tetapi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan pikiran, harapan, dan persoalan yang mereka hadapi. Setiap aspirasi akan kami perjuangkan,” ujar Maston.
Sesi dialog terbuka menjadi fokus utama acara. Mayoritas warga menyoroti pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH), terutama mekanisme pendaftaran, ketepatan sasaran penerima bantuan, serta proses graduasi bagi keluarga yang dinilai telah mandiri secara ekonomi. Warga mengakui bahwa PKH telah membantu meringankan beban pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Pendamping PKH, Sofiyana Nasution, menjelaskan pentingnya penerapan prinsip tepat sasaran agar bantuan diterima keluarga yang paling membutuhkan. Ia menambahkan bahwa keluarga yang ekonominya telah membaik diimbau bersedia melakukan graduasi mandiri.
“Terkadang masih ditemukan penerima yang sebenarnya sudah mampu, tetapi tetap mendapatkan bantuan. Demi keadilan dan menghindari kecemburuan sosial, kami mengharapkan kesadaran untuk melakukan graduasi mandiri,” jelas Sofiyana.
Selain persoalan terkait PKH, penghulu setempat juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Musyawarah Kerukunan Masyarakat (Muskel) yang bertujuan mempererat solidaritas sosial, membahas persoalan kemasyarakatan, dan menciptakan suasana kondusif di Bagan Batu.
Maston menyatakan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang merata di wilayah pedesaan, termasuk peningkatan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, dan peningkatan layanan publik.
Acara ditutup dengan apresiasi warga terhadap kehadiran langsung anggota DPRD di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut dinilai memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya.
Reses ini memperlihatkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci lahirnya kebijakan publik yang lebih berpihak pada kebutuhan nyata warga serta mendorong percepatan pembangunan daerah.
(Irwansyah Sitorus)


|||
<<<=====>>>



















