Sawahlunto, 27 Oktober 2026 –* PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA, bagian dari Holding BUMN Pertambangan MIND ID, terus memperkuat komitmennya dalam inovasi hilirisasi batu bara yang berdampak positif bagi masyarakat. Bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), PTBA menggelar program uji coba penggunaan pupuk kalium humat produk hasil olahan batu bara berkalori rendah pada lahan pertanian milik Kelompok Tani Tampang Jaya di Desa Talawi Mudik, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.
Inisiatif ini bertujuan untuk menguji efektivitas pupuk kalium humat dalam meningkatkan produktivitas hasil panen gabah, sekaligus memperkenalkan alternatif pupuk ramah lingkungan yang mampu memperbaiki kualitas tanah, sekaligus mengenalkan alternatif pembenah tanah ramah lingkungan bagi para petani lokal.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno menegaskan bahwa langkah ini merupakan manifestasi komitmen perusahaan dalam mendukung program keberlanjutan serta memberikan nilai tambah (added value) dari komoditas batu bara di luar sektor energi.
“Hilirisasi batu bara tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan energi semata, tetapi juga dialokasikan untuk sektor-sektor produktif yang menyentuh masyarakat luas, salah satunya pertanian. Melalui riset dan uji coba kalium humat bersama UGM ini, PTBA ingin membuktikan bahwa inovasi berbasis sains dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan ekonomi berkelanjutan di sekitar wilayah operasional kami,” ungkap Eko.
Sementara itu, Asset Development Section Head PTBA Unit Penambangan Ombilin, Sugiatno, menyampaikan optimismenya terhadap hasil uji coba pada lahan pertanian masyarakat di Sawahlunto.
“Tentu harapan kami, dengan pengaplikasian pupuk kalium humat ini, hasil panen gabah para petani di Kelompok Tani Tampang Jaya dapat meningkat. Ini langkah konkret PTBA untuk mengoptimalkan manfaat produk hilirisasi pertambangan agar tidak hanya untuk operasional internal, tetapi juga berdampak langsung bagi peningkatan taraf hidup petani,” jelas Sugiatno.
Pupuk kalium humat yang diuji coba ini mengandung unsur hara kalium tinggi yang esensial untuk mendukung proses fotosintesis dan daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan. Selain itu, pemanfaatan kalium humat berpotensi memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah yang menurun akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.
Sebelumnya, pengujian produk hilirisasi batu bara ini telah sukses dilakukan di Sumatera Selatan serta beberapa wilayah di Pulau Jawa dengan hasil yang memuaskan dan sesuai target riset.
Dalam pelaksanaan sosialisasi dan edukasi teknis, tim peneliti UGM yang dipimpin oleh Anton Sujarwo dan Nidha Nikmah Chairunnisa turut membagikan panduan praktis pemanfaatan kalium humat kepada para petani. Program ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) yang menerjunkan penyuluh pertanian untuk mengawal proses pendampingan di lapangan.
Melalui program ini, PTBA berharap keberhasilan uji coba di Sawahlunto dapat memicu optimalisasi sektor pertanian lokal serta menjadi bukti nyata kontribusi hilirisasi batu bara dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
(Rumansah)


|||
<<<=====>>>



















